Yuk Kenalan dengan Cerita Fabel dan Manfaatnya untuk Anak

Yuk Kenalan dengan Cerita Fabel dan Manfaatnya untuk Anak

 

Bercerita adalah salah satu kegiatan yang disukai oleh anak-anak. Apalagi jika dibacakan oleh orang terdekat seperti Ayah, Ibu dan guru. Berkisah tentang binatang atau cerita fabel adalah favoritnya. Tapi apa sih pengertian lengkapnya? Kira-kira bermanfaat atau tidak ya untuk anak-anak?

Daripada penasaran, yuk simak ulasan lengkapnya pada bacaan di bawah ini!

Pengertian Cerita Fabel

Fabel merupakan cerita tentang kehidupan binatang, masing-masing tokohnya mempunyai sifat layaknya manusia. Cerita ini masuk ke dalam kategori sastra yang berbentuk khayalan atau fiksi. Semua karakternya adalah binatang, terkadang ada juga yang menambahkan manusia.

Dalam cerita tersebut, semua binatang yang diceritakan mempunyai tingkah laku, watak dan akal yang hampir mirip dengan manusia. Contohnya adalah kejujuran, amanah, kedisiplinan dan lain sebagainya.

Penggunaan karakter binatang dipercaya mampu mempengaruhi pembaca, termasuk anak-anak yang akan berimajinasi seperti apa bentuk dan kelakuannya jika dibawa ke dunia nyata. Biasanya, fabel mempunyai alur yang sederhana, disampaikan secara lisan dan karakter diurai secara rinci.

Cerita fabel terdiri dari berbagai macam jenis. Pertama adalah klasik yang berkisah tentang zaman dahulu dengan waktu yang tidak bisa dipastikan, jalan ceritanya diwariskan secara turun-temurun.

Kedua fabel modern yang kemunculannya masih cukup baru, dibuat berdasarkan cerminan atau ekspresi dari sang penulis. Ciri-cirinya adalah alurnya bisa pendek ataupun panjang, tema yang cukup rumit, tokoh modern dan mengisahkan tentang pahlawan. Bagaimana apakah sudah paham?

Manfaatnya untuk Anak Anak

Setelah memahami kisah fabel, selanjutnya apa saja sih manfaatnya untuk anak-anak? Hal ini penting untuk diketahui orang tua sekalian atau guru sekalian ya, mengingat anak-anak adalah masa keemasan yang harus diisi oleh hal-hal yang baik.

  1. Membentuk Moral yang Baik

Setiap dongeng atau kisah pasti memiliki pesan moral di dalamnya, tak terkecuali fabel ini. Misalnya ketika berkisah tentang kancil dan siput, mengajarkan anak-anak untuk tidak sombong dan meremehkan seseorang, karena justru ialah yang menjadi pemenangnya.

 

Contoh lainnya adalah mendidik anak-anak menjadi orang yang baik hati, membalas budi siapapun yang menolongnya dan selalu berucap kata yang baik. Semua ini harus disampaikan di akhir cerita, agar masuk  terinternalisasi ke dalam pikirannya.

 

  1. Mengembangkan Imajinasi

Manfaat yang kedua bisa mengambangkan imajinasi karena seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwasanya masing-masing tokoh dalam fabel digambarkan seperti manusia yaitu bisa berbicara, berjalan hingga berpikir.

 

Hal ini tentu berbeda di dunia nyata yang mana tidak ada hewan yang bisa berbicara. Ketika imajinasi sudah berkembang, maka kemampuan berpikirnya akan naik dan anak akan tumbuh menjadi orang yang cerdas. Tidakkah Anda menginginkan hal ini?

 

  1. Menyeimbangkan antara Otak Kiri dan Kanan

Manfaat selanjutnya yaitu menyeimbangkan kinerja antara otak kiri dan kanan. Otak kiri biasa digunakan untuk berpikir secara logis, sedangkan otak kanan berpikir kreatif. Membaca fabel mampu menyeimbangkan keduanya.

 

Otak kiri digunakan menyerap pesan moral sedangkan yang kanan untuk berimajinasi. Ketika dua-duanya sudah terlatih, maka akan terbawa ke dalam kehidupannya baik segi sosial, pelajaran atau aspek religiusnya.

 

  1. Meningkatkan Kebiasaan Membaca

Mayoritas fabel biasanya disampaikan dengan lisan, tapi ada juga orang tua yang membeli buku untuk memberikan penggambaran tokoh secara lebih jelas. Apabila kegiatan ini dilakukan secara terus menerus maka bisa meningkatkan kebiasaan membaca.

 

Sang anak akan merasa haus dengan ilmu pengetahuan dan kecanduan buku. Manfaat jangka panjangnya, ia tumbuh menjadi anak yang pintar dan berpikir kritis.

Bagaimana pengertian dan manfaat cerita fabel untuk anak-anak sudah bisa dipahami dengan baik kan? Selanjutnya tinggal menentukan kisah apa sih yang berhubungan dengan kepribadian mereka.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *