Les Privat

Les Privat, Solusi Orang Tua di Tengah Pandemi

Pembelajaran online atau sering disebut dengan daring kini menjadi sesuatu yang tak asing. Sikap lembaga sekolah tak lepas dari kebijakanlagi. pemerintah yang mulai berbenah cara pembelajaran dari Pembelajaran Tatap Muka (PTM) menjadi Daring.

Pembelajaran daring ini ternyata menyulut permasalahan-permasalahan baru, mulai dari kuota internet yang memberatkan orang tua murid, sulitnya menangkap materi pelajaran yang diberikan guru akibat tidak ada kedisiplinan dan pengawasan dari guru, serta rentan terganggunya psikologis dari orang tua maupun siswa.

Menurut survei dari beberapa orang tua, mereka mengatakan dampak dari pembelajaran Daring ini cukup besar, mengingat adanya orang tua yang tak mampu mendampingi putra – putrinya secara maksimal, mulai kecanduan gadget, bertambahnya tugas dan pekerjaan bagi orang tua, karena terpaksa menyiapkan waktu untuk mendampingi anaknya di sela – sela mencari nafkah.

“Yang jelas kami tak bisa maksimal mendampingi anak – anak , karena harus berbagi, dan ini cukup berat jika dibiarkan dengan kondisi seperti ini,” Tutik Widayati salah satu orang tua siswa dari Kediri.

Bahkan salah satu siswa mengatakan, sangat bosan dengan pembelajaran daring, dirinya kesulitan menangkap materi yang diberikan, ironinya meskipun kesulitan, mereka juga tidak khawatir karena mereka berpikir tidak ada pengawasan dari sekolah ”Untuk menghilangkan bosan biasanya bersama teman teman saya ke cafe – cafe, tentunya yang ada cafe yang ada wifi nya,” kata salah satu Siswa SMA.
Hal ini dibuktikan adanya pelajar yang terjaring operasi yustisi oleh Satpol PP Kota Kediri di cafe – cafe yang memiliki jaringan internet.

Hal ini menjadi perhatian Psikolog Kristika Satyaruni MPsi, tidak menampik adanya keluhan orang tua dengan pembelajaran Daring ini, lantaran mereka tak bisa mendampingi secara makasimal karena harus bekerja, menurutnya ada orang tua yang terdampak secara negatif.

“Dengann kondisi WFH (Work From Home) mereka juga harus mendampingi tugas dan pekerjaan, orang merasa over load, dan ketika seseorang mengalami over load dalam tugas mereka rentan stres, jika stres ini tidak dimanage dengan baik bisa jadi stres akan berkelanjutan, menjadi lebih sensitive mudah marah dan tak menutup kemungkinan akan terjadi kekerasan pada anak,” ujarnya.

Namun begitu, ada juga dampak positif dengan pembelajaran Daring ini, orang tua dan anak memiliki banyak waktu, dan ini sangat bagus untuk membangun kedekatan psikologis anak dengan orang tua, orang tua menjadi tahu perekembangan karakter anak. ”Mohon maaf, orang tua yang sibuk bekerja biasanya perhatianya pada anak berkurang, mengoptimalkan waktu memperbaiki komunikasi satu dengan yang lain ini dampak psikologinya cukup indah,” terangnya.

Maka, menurut Kristika, harus ada solusi, mengingat dampak negative telah dirasakan, perlu adanya upaya menjembatani antara orang tua dan sekolah, harus ada komunikasi yang lebih intens untuk mencari solusi bersama,saat ini orang tua merasa terbebani, anak – anak merasa stres dengan tugas – tugas yang banyak, disatu sisi mereka tak paham. Dan sisi lain ada sekolah mempunyai tuntutan ada kurikulum yang harus dituntaskan.

“Ada tuntutan pembelajaran yang harus diselesaikan di masing – masing tahapan, dan ini harus ada titik temu, dimana dalam kondisi pandemi keselamatan yang harus diutamakan, tetapi kita tetap menjalankan proses pendidikan berjalan dengan baik dan tentunya anak – anak dan orang tua harus happy,” tandasnya.

Jika melihat kondisi ini tentunya orang tua siswa dan siswa sendiri cukup rentan dari persoalan psikologis, dan siswa rentan dari penularan Covid 19, karena untuk menghilangkan kebosanan mereka lebih memilih belajar bersama di café – cafe yang hampir dipastikan akan mengabaikan protocol pencegahan Covid 19. Hal ini menjadikan pertanyaan lebih aman mana di cafe tanpa ada pengawasan atau di sekolah yang dipastikan ada pengawasan langsung dari guru.

Para orang tua kini lebih suka menggunakan jasa guru les privat yang biasanya dapat dipanggil ke rumah. Hal ini tentunya mengurangi beban mereka selaku orang tua untuk mendampingi anaknya belajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *