Gubernur Terbodoh Kevin Stitt dan Kebijakan yang penuh Pro Kontra

Gubernur merupakan salah satu jabatan yang cukup tinggi dalam sebuah kepemimpinan negara. Namun akhir-akhir ini muncul banyak diperbincangkan mengenai “Gubernur Terbodoh” yang pernah memimpin suatu wilayah. Salah satu gubernur yang juga mendapat julukan sebagai gubernur terbodoh adalah Kevin Stitt yang sempat memimpin wilayah Oklahoma.

Siapakah Kevin Stitt itu?

Kevin Stitt merupakan seorang pengusaha yang juga terjun dalam dunia politik. Kevin Stitt juga terkenal sebagai pendiri sekaligus seorang mantan ketua Gateway Mortgage Group. Bermodal dengan 1.000 dolar dan juga komputer, ia dapat mengembangkan Gateway menjadi sebuah perusahaan hipotek nasional yang tentu beroperasi tepatnya pada 42 negara bagian. Perusahaan ini juga melayani hipotek perumahan senilai lebih dari 20 milyar dolar.

Hingga pada tahun 2018 Stitt memimpin gateway melalui merger dan mendirikan Gateway First Bank yang pada saat ini juga menjadi salah satu bank yang terbesar di Oklahoma. Seiring dengan berkembangnya perusahaan yang ia rintis dari nol, saat ini ada lebih dari 1.600 orang karyawan.

Kevin Stitt lahir dan besar di Norman, Oklahoma serta menjadi lulusan Oklahoma State University dalam  bidang akutansi. Kevin stitt memiliki istri yang bernama Sarah dan memiliki 6 orang anak. Stitt juga menjadi orang Amerika asli yang sukses dalam bidang politik.

Saat Menjadi Gubernur

Penduduk Oklahoma sendiri menginginkan agar Stitt menggunakan kemampuan bisnisnya untuk mengubah kondisi Negara bagiannya. Hingga pada tahun 2018 Stitt mendapatkan suara terbesar dibandingkan dengan saingan manpun.

Salah satu strategi yang ia gunakan ialah dengan mengambil sebuah pendekatan inovatif terhadap sebuah pemerintahan. Tindakan tersebut ia buktikan dengan menunjuk sekretaris perempuan. Tidak hanya itu, ia juga menunjuk penasihan ahli yang berasal dari swasta, termasuk chief operating officer yang pertama kali di Oklahoma.

Satu celah kecil untuk Kevin Stitt

Saat menduduki kekuasaanya sebagai Gubernur Oklahoma, Kevin tidak luput dari berita negatif yang ia sandang. Memang terkadang seorag public figure terutama dalam dunia politik dapat melakukan tindakan yang berbeda dengan apa yang sebelumnya pernah direncanakan dengan matang. Kevin Stitt mengalami masa-masa yang kurang enak pada awal pandemic Covid-19 terjadi.

Siapa sangka jika dalam berpolitik tentunya kita tidak selalu mendapatkan keberuntungan. Seperti yang terjadi pada Stitt pada tanggal 14 Maret saat covid menyerang Oklahoma. Pada malam itu, Stitt dan keluarga beserta rekan Oklahoma sedang makan di sebuah restoran yang sangat ramai. Seketika Stitt membagikan momen kebersamaan keluarga dan rekannya dalam media sosial.

Namun, pada keesokan harinya secara terang terangan Stitt mengumumkan bahwa Oklahoma mengalami masa darurat Covid-19. Ia mengungkapkan pernyataan tersebut dengan tujuan melindungi dan mencegah tingkat kematian penduduk Oklahoma.

Setelah Stitt mengumumkan keadaan zona merah atau keadaan darurat covid di negara bagian Oklahoma, Ia tidak mengumkan cara atau batasan-batasan yang harus dilakukan saat berada pada zona merah. Ia tidak menginstruksikan kepada masyarakat mengenai tata cara untuk menghadapi covid-19. Tidak menginstruksikan tentang lockdown, pembatasan sosial dan juga beberapa instruksi yang dapat mencegah terserang covid-19. Ia hanya menyarankan kepada publik agar lebih memilih jasa layanan online.

Ketidakjelasan dari perintah inilah yang mendapat perhatian dari kantor gubernur hingga kepala komunikasi turut serta turun tangan. Stitt telah menghimbau agar masyarakat menggunakan layanan online, namun ia sekeluarga malah makan beramai-ramai di sebuah restoran. Kepala komunikasi turut membenarkan perilaku Stitt seolah-olah tidak melarang mengunjungi tempat umum. Padahal sangat bertolak belakang dengan keputusan Stitt.

Inilah penyebab masyarakat merasa bingung dengan langkah yang sebaiknya mereka lakukan. Mengingat gubernur mereka saja tidak mengikuti pembatasan dan mobilitas sosial, ia hanya memberi pesan agar berhati-hati saat berada dalam tempat umum atau sedang melakukan kegiatan sosial.

Pada Selasa, 2 November 2021 Gubernur Stitt melakukan apa yang seharusnya ia lakukan pada saat itu terkait dengan pengadaan vaksin untuk pengawal Oklahoma. Ia meminta Menteri Pertahanan untuk menunda mandate Vaksin Covid-19 bagi pengawal Oklahoma. Ia mengirimkan surat agar pemberian vaksin ditangguhkan terlebih dahulu. Hal ini berkaitan dengan akibat yang telah ditimbulkan bagi orang yang baru divaksin. Sedangkan pada saat itu cuaca dan musim tidak bersahabat.

Hingga akhirnya permintaan tersebut dapat dikabulkan dengan alasan Oklahoma membutuhkan penjaga nasional yang siap siaga untuk membantu Negara selama keadaan darurat. Tak dipungkiri cuaca buruk seperti badai es dan dingin yang ekstrem di sana secara tiba-tiba ada dan terkesan tidak seperti biaasnya.

Respon postif dan juga negative berterbaran dimana-mana. Ada yang sepakat da nada juga yang tidak sepakat karena menganggap Stitt hanya memikirkan keamanan dirinya dan lingkunga pejabat politik saja. Keadaan inilah yang membuat Stitt menjadi gubernur terbodoh dalam kacamata masyarakat. Padahal kebijakannya disertai alasan yang sebenarnya memang masuk akal.

Tidak semua keputusan yang diambil oleh para tokoh Negara mampu memberi kepuasan kepada rakyat. Karena pada hakikatnya, setiap keputusan memiliki tingkat dukungan dan penolakan. Tinggal kita saja untuk memilih mana kira-kira yang memberikan efek positif lebih banyak terhadap keputusan yang kita ambil.

Sumber :

https://en.wikipedia.org/wiki/Kevin_Stitt

https://oklahoma.gov/governor/newsroom/newsroom/2021/november/governor-stitt-requests-secretary-of-defense-suspend-covid-19-va.html

Tinggalkan Balasan